Selasa, 20 April 2010

tulislah cerpen berdasarkan cerpen dibawah ini dengan kalimat sendiri

pengertian Cerpen adalah suatu bentuk prosa naratif fiktif. Cerita pendek cenderung padat dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi yang lebih panjang, seperti novella (dalam pengertian modern) dan novel. Karena singkatnya, cerita-cerita pendek yang sukses mengandalkan teknik-teknik sastra seperti tokoh, plot, tema, bahasa dan insight secara lebih luas dibandingkan dengan fiksi yang lebih panjang. Ceritanya bisa dalam berbagai jenis.

Pada mulanya cerita pendek adalah suatu bentuk karangan fiksi. Namun kini juga mencakup bentuk nonfiksi seperti catatan perjalanan, prosa liris dan varian-varian pasca modern serta non-fiksi seperti fikto-kritis atau jurnalisme baru. Tapi catatan pengalaman pribadi bukanlah merupakan sebuah cerpen. Ini jelas berbeda.

Sebuah cerita pendek bisa dibedakan menjadi beberapa macam. Kalau berdasar segmen pembaca ada cerpen anak-anak, remaja dan dewasa. Sedang berdasarkan tema yang diangkat ada cerpen drama, misteri, humor, percintaan dan lain-lain.

Ada beberapa unsur yang membangun sehingga suatu karya sastra dapat dikatakan sebagai cerita pendek. Unsur intrinsik diantaranya tema, amanat, alur/plot, penokohan, latar/setting, sudut pandang pengarang dan gaya bahasa. Sedang unsur ekstrinsik diantaranya Biografi Pengarang, sosial budaya, moral, agama.

cara menuliskan kembali cerpen yang pernah dibaca
1. Pahamilah unsur intrinsik dari cerpen yang dibaca dengan seksama
2. setelah dipahami tuangkanlah cerpen ke dalam bahasamu sendiri dengan tidak mengubah unsur intrinsik yang ada dalam cerpen tersebut

latihan

Rahma, Istriku

Seketika istriku jatuh tergeletak di teras ruang tamu dalam sebuah pukulan dari tanganku. Namun setelahnya istriku sama sekali tak bergerak. Aku mencoba menyentuh wajahnya. Ia hanya diam membisu. Kucoba menepuk-nepuk pipinya, namun istriku sama sekali tak menjawab apapun. Tampak darah mengalir di dahinya. Serta merta kugendong tubuhnya yang ringan menuju ke mobil.

"Bi, tolong di rumah saja ya, saya mau bawa ibu ke rumah sakit", aku hanya bicara seperlunya saja. Wajah bibi, pembantu rumahku tampak gusar, seolah ia mengetahui apa yang telah terjadi saat itu. Wajar jika ia tak berani berbuat apa-apa saat kami sedang ribut.

Di rumah sakit, istriku langsung ditempatkan di UGD. Aku hanya bisa menunggu di luar ruangan. Saat-saat penantian ini membuatku tersiksa. Pikiranku melayang - layang ke sana kemari tak beraturan. Antara cemas dan takut menghantui adrenalinku. Cemas akan bagaimana nasib istriku kelak. Takut jika seandainya istriku tak tertolong, aku yang bersalah !

Kali ini aku menangis. Air mata ini nampaknya sangat sulit kubendung. Kenapa aku begitu tega terhadap istriku ? Aku tau, jika istriku sabar menghadapi aku yang sangat-sangat egois terhadapnya selama ini. Aku marah karena istriku memanggil aku dengan sebutan "KAMU". Padahal jauh di balik itu rupanya istriku telah memendam rasa kecewa terhadapku. Aku pernah menyamakan dirinya sebagai pelacur, karena di rumah ia mengenakan pakaian yang seksi. Sedang aku tak menyukainya karena kakak perempuanku sedang menginap di rumah kami. Aku sadar seharusnya aku tak menyebutnya atau menyamakan dirinya seperti itu. Tapi aku kelepasan bicara. Tapi mengapa ego ini menyelimuti aku, hingga tak ada kata maaf sedikitpun untuknya.

Aku juga sering melontarkan kata-kata yang seharusnya sangat tak layak untuknya. Aku sering menyebutnya sebagai Tolol dan bodoh. Padahal berkali-kali istriku mengingatkan aku, "Mencela seorang muslim merupakan kefasikan" dan ia juga bilang, " mengapa kata-kata itu berani ia ucapkan untuk orang yang akan menemani hidupnya ? mengapa dengan orang lain aku masih bisa menjaga ?" . Ah, Mengapa aku tak mau mendengar kata-katanya.

Tertata lagi kenagangan-kengan manis, saat aku dengannya masih menjadi sebuah pasangan yang indah. Betapa ia menjaga anak-anakku dengan rasa kasih sayangnya meski terkadang aku iri, sebab ia begitu sangat sayang terhadap anak-anakku.

Tersadar, aku tengah menunggu di ruang tunggu. Kuusap beberapa kali air mata yang tumpah begitu saja. Yaa . . . Tuhan, maafkan aku. Aku begitu menyia-yiakan dia. Aku benar-benar menyesal Tuhan. Beri aku kesempatan untuk membalas apa yang telah kulakukan untuk istriku selama ini. Aku janji tak akan menyia-nyiakan dirinya lagi.

Sesaat dokter keluar dari pintu UGD. "Bapak Raka ?" Aku berdiri. Namun dokter tersebut nampak gelisah, meski berusaha untuk tenang. "Maaf, istri anda tak tertolong lagi." Seketika itu aku berlari ke jasad istriku yang kini sudah tak bernyawa lagi. "Rahma istriku, maafkan aku !" aku berteriak keras, seolah aku menyesal untuk seumur hidup.

tugas
1. Bacalah dan pahami cerpen di atas dengan seksama!
2. Tulislah kembali cerpen diatas dengan kalimat sendiri!

7 komentar:

  1. ok..menarik...ngetez aza...selamat ya.....lebih kreatif lagi ya...

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  4. isteriku

    tiba-tiba gubrak. istriku jatuh tergeletak di blantai kamarku. aku kaget. sebera ku berlari menghampiri pembantuku.

    "bi. tolong jaga rumah, saya mau kerumah sakit?"
    " ya tuan" jawabnya sembari tertunduk lemah.

    aku berlari menaiki mobil, segera ku angkat istriku. mubil ke kemudikan dengan kencang. "akhirnya sampai dirumah sakit juga"gumamku dalam hati.
    sesampainya dirumah sakit istriku masuk ke UGD. ia terbujur kaku di sana bertarung antara hidup dan mati bersama para dokter dan perawatnya.
    aku bingung dan sedih. kenapa semua bisa terjadi. aku mulai menyadari semua kesalahanku. aku hanya terdiam dengan penuh rasa menyesal.

    hati ini dag...dig...dug... menunggu kabar dari dokter yang merawat istriku...

    tiba-tiba

    "pak Raka, yang sabar ya. maaf kami tidak bisa menolong istri bapak." ucap dokter itu

    aku hanya terdiam dan air matatak tertahan lagi. ia meninggal aku tak sempat mengucapkan kata maaf untuknya.aku terlalu memenangkan sikap egoisku. ia istriku yang telah ku sia-siakan. maafkan aku!!!!!!!!!!!!bisikkku ditelinganya.

    BalasHapus
  5. Istriku jatuh tergeletak di teras ruang tamu dalam sebuah pukulan dari tanganku. Ia tak bergerak. Aku menyentuh wajahnya yang berdarah dan ia hanya diam.Darah terus mengalir dari dahinya. Dengan refleks ku gotong ia ke dalam mobil.
    "Bi, tolong di rumah saja ya, saya mau bawa ibu ke rumah sakit", ujarkua pada pembantu kami. Wajahnya terlihat gusar melihat aku menggotong istriku.

    Sesamapai dirumah sakit, istriku langsung di bawa ke dalam ruang UGD. Aku gamang. Taku bercampur cemas dengan keadaan istriku yang koma. Aku menangis. Aku mnyesali tindakan kejam diriku. Aku hanya bisa marah marah selama ini, marah saat ia berpakaian seksi, marah saat ia memanggil aku dengan sebutan "kau" dan marah terhadap sebab yang tak jelas. Aku sadar, semua ini salahku. Aku begitu egois. Aku sering menyebutnya pelacur. Aku sadar seharusnya aku tak menyebutnya atau menyamakan dirinya seperti itu. Hingga tak pernah memaafkannya seikitpun.
    Aku tak tahu sebenarnya apa yang telah membuat aku seperti ini. Dan Aku berjanji, jika ia sadar nanti Aku akan meminta maaf dan memperlakukannya layaknya seorang istri. Ya Allah, sembuhkanlah istriku...!!



    Aku Tersadar bahwa aku tengah menunggu di ruang tunggu.
    Sesaat dokter keluar dari pintu UGD. "Bapak Raka ?" Aku berdiri dengan nafas tercekat. Namun dokter tersebut nampak gelisah, meski berusaha untuk tenang. "Maaf, istri anda tak tertolong lagi." Seketika itu aku berlari ke jasad istriku yang kini sudah tak bernyawa lagi.Aku memeluknya erat-erat dan kurasakan tubuhnya telah dingin dan pucat. Aku menangis dengan keras "Rahma istriku, maafkan aku !"

    BalasHapus
  6. Gubrakkk!!!
    Istriku jatuh tergeletak di teras ruang tamu karena sebuah pukulan keras dari tanganku. Ia tak bergerak. Aku menyentuh wajahnya yang berdarah dan ia hanya diam membisu.Darah terus mengalir dari dahinya. aku emas
    "Bi, tolong di rumah saja ya, saya mau bawa ibu ke rumah sakit, Ibu tak sadarkan diri", ujar ku pada pembantu kami.
    Sesampai dirumah sakit, istriku langsung di bawa ke dalam ruang UGD. Nafasku naik turun. Aku Takut bercampur cemas dengan keadaan istriku yang koma dan tak sadarkan diri tadi karena pukulan ku yang sangat keras.Ya Allah, maafkan aku. Aku menangis. Aku mnyesali tindakan kejam diriku yang telah menampar dan memukuli istriku tadi. Aku hanya bisa marah. marah selama ini yang telah menggelapkan mataku, marah saat ia berpakaian seksi, marah saat ia memanggil aku dengan sebutan "kau" dan marah terhadap sebab yang tak jelas. Yang telah membuat istriku menderita seperti ini. Aku marah saat ia berpakaian seksi lantaran Aku malu pada Kakak perempuannku yang sedang bermalam di rumahku. Mengata-ngatainya tolol dan gobloklah, dan tidak segan-segan menamparnya dengan keras. Ya Allah, Aku berjanji akan berlaku baik kepadanya setelah ia sembuh. "Aku janji....!!!" serayasambil menggenggam tanganku erta-erat. Namun, Aku minta padamu, sembuhkanlah Istriku ya Allah...!!!


    Aku Tersadar bahwa aku tengah menunggu di ruang tunggu rumah sakit. Aku sangat berharap kesembuhannya.
    Sesaat dokter keluar dari pintu UGD. "Bapak Raka ?" Aku berdiri dengan nafas tercekat. Namun dokter tersebut nampak gelisah, meski berusaha untuk tenang. "Maaf, istri anda tak tertolong lagi." Seketika itu aku berlari ke jasad istriku yang kini sudah tak bernyawa lagi.Aku memeluknya erat-erat dan kurasakan tubuhnya telah dingin dan pucat. Aku menangis dengan keras "Rahma istriku, maafkan aku !" " Ram, bangun sayang!!!! jeritku.....

    BalasHapus